Do you know about perception ?
Persepsi merupakan suatu tanggapan secara langsung atau pendapat seseorang mengenai suatu hal baik tentang dirinya sendiri lingkungan maupun hal lain yang terjadi dalam hidupnya. Menurut Asrori (2009), persepsi adalah proses individu dalam menginterprestasikan, mengorganisasikan dan memberi makna terhadap stimulus yang berasal dari lingkungan di mana individu itu berada yang merupakan hasil dari proses belajar dan pengalaman.
Ciri-ciri persepsi
1. Bersifat subjektif
Subjektif adalah sebuah sikap yang mengacu kepada keadaan di mana seseorang berpikiran relatif, hasil dari menduga-duga, sangkaan, perasaan serta selera.
2. Bersifat bertentangan
Pendapat atau tanggapan dari orang lain berbeda sehingga tercipta adanya adu argumentasi
3. Logis
Tindakan untuk menganalisis situasi dan menghasilkan solusi yang masuk akal. Sebenarnya berpikir logis mirip dengan berpikir kritis. Berpikir logis membutuhkan keterampilan penalaran untuk mempelajari masalah secara objektif, yang akan membuat kita menarik kesimpulan dengan rasional tentang bagaimana melanjutkan sesuatu.
4. Belum tentu benar namun tidak bisa disalahkan
Persepsi tidak bisa dibenarkan dan disalahkan karena informasi mengenai sesuatu hal masih
Faktor-faktor persepsi :
- Pola pikir
Pola pikir adalah sekumpulan keyakinan yang membentuk atau membangun cara berpikir memahami dunia dan dirimu sendiri. Menurut Psikolog Carol Dweck, keyakinan Anda memainkan peran penting apa yang anda inginkan dan apakah Anda dapat mencapainya.
- kondisi fisik
Kondisi ini merupakan kondisi kesiapan mental dan jasmani yang mempengaruhi pola pikir
- Motivasi
faktor penggerak maupun dorongan yang dapat memicu timbulnya rasa semangat dan juga mampu merubah tingkah laku manusia atau individu untuk menuju pada hal yang lebih baik untuk dirinya sendiri
- Latar belakang dan lingkungan
Latar belakang tentang wawasan dan ilmu pengetahuan
Syarat persepsi :
- Adanya objek
- Adanya reseptor indera
- Adanya perhatian
Jenis-jenis persepsi :
1. Persepsi visual. Persepsi visual dari indera penglihatan yaitu mata. Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi dan memengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya. Persepsi visual adalah hasil dari apa yang kita lihat, baik sebelum kita melihat atau masih membayangkan serta sesudah melakukan pada objek yang dituju.
2. Persepsi auditoria atau pendengaran. Persepsi auditoria merupakan persepsi yang didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang didengarnya.
3. Persepsi perabaan. Persepsi perabaan merupakan persepsi yang didapatkan dari indera perabaan yaitu kulit. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang disentuhnya atau akibat persentuhan sesuatu dengan kulitnya.
4. Persepsi penciuman. Persepsi penciuman merupakan persepsi yang didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang di cium.
5. Persepsi pengecapan. Persepsi pengecapan atau rasa merupakan jenis persepsi yang didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang diecap atau rasakan.
Seseorang dapat memiliki persepsi yang berbeda atas objek yang sama karena tiga proses persepsi, yaitu sebagai berikut:
A. Perhatian Selektif.
Orang mengalami sangat bayak rangsangan setiap hari, kebanyakan orang dapat dibanjiri oleh lebih dari 1.500 iklan per hari.
B. Distorsi Selektif. Kecenderungan menafsirkan informasi sehingga sesuai dengan prakonsepsi kita. Konsumen akan sering memelintir informasi sehingga menjadi konsisten dengan keyakinan awal mereka atas merek dan produk (pandangan mengenai produk).
C. Ingatan Selektif. Orang akan melupakan banyak hal yang mereka pelajari, tapi karena adanya ingatan selektif, orang akan cenderung mengingat hal-hal baik yang disebutkan tentang produk pesaing
Tips mengatur persepsi
1. Menghindari Menganggap Orang Lain adalah Kita
Menghindari menganggap orang lain berpikir dan berlaku seperti kita adalah kesalahan besar pada saat kita akan membuat persepsi kita lebih akurat. Ada baiknya, kita justru memposisikan diri dalam keadaan netral sehingga persepsi bisa menjadi lebih objektif. Cara ini bisa dilakukan terutama untuk membuat persepsi kita benar dan tepat. Kita bisa mencoba mengetahui konsep diri dalam psikologi untuk bisa lebih mengenali diri kita sendiri.
2. Membuka Wawasan
Membuka wawasan bisa dilakukan dengan membaca banyak hal. Dengan adanya wawasan yang luas, kita juga bisa memperluas persepsi kita pada saat menerima suatu masalah, kemudian mengerucutkannya dengan lebih spesifik.
Cara ini bisa digunakan terutama untuk mendapatkan persepsi yang benar-benar valid dan tepat. Wawasan yang luas akan banyak membantu, terutama untuk melihat perbandingan suatu permasalahan. Persepsi yang akan didapatkan pun menjadi lebih akurat. Psikologi lingkungan juga termasuk membutuhkan wawasan yang luas.
3. Melihat Masalah dari Banyak Sisi
Hampir mirip dengan membuka wawasan, cara meningkatkan akurasi persepsi lainnya yaitu dengan melihat masalah dari bayak sisi. Persepsi yang menyempit mungkin akan membuat kita menjadi salah persepsi. Perilaku dengan melihat masalah banyak sisi bisa membantu untuk mendapatkan persepsi yang lebih akurat.
4.Menghindari Membuat Kesimpulan Cepat
Setelah mengamati perilaku, kita jangan terlalu cepat membuat kesimpulan. Informasi yang terlalu mentah bisa saja memberikan persepsi yang salah. Oleh karenanya, kita mungkin perlu melakukan analisis informasi terlebih dahulu sebelum membuat kesimpulan. Kesimpulan bisa saja selaras dengan hipotesis, atau berkebalikan dengan hipotesis sebelumnya.
5.Menghindari Stereotype
Stereotype sangat mempengaruhi akurasi persepsi. Kita ada baiknya tetap menjaga sikap netral dan tidak terpengaruh terhadap stereotype yang mungkin melekat pada seseorang, entah itu dari latar belakang budayanya, kebiasaannya dan lain sebagainya. Ini adalah cara meningkatkan akurasi persepsi yang cukuo efektif dan bisa diterapkan.
Comments
Post a Comment